Skip to content

KITA HIDUP UNTUK PERKARA BESAR

22 Februari 2010


Sering  kita mendapatkan seseorang memasang tenda biru, dengan kursi yang tersusun rapi serta dekorasi yang rapi nan apik. Ditambah lagi sound system yang sudah terpasang, tentu kita sudah bisa menangkap akan ada hajatan. Entah itu pernikahan atau hajatan yang lainnya. Intinya semuanya tersedia dengan rapi dan indah pasti ada tujuan  jelas.

Demikian juga, keberadaan langit dan bumi, matahari dan bulan, gunung dan lautan, siang dan malam serta penghuninya yang terdiri dari hewan dan tumbuhan serta manusia. Tentu semua ini sudah ada yang merancang sebelumnya. Dan tentu sudah ada kejelasan tujuan. Namun apakah kita sudah tahu apa tujuan diciptakan semua ini?

Ada manusia yang sangat peduli untuk memikirkan fenomena alam, mereka meneliti, memikirkan kerapian dan kerumitan serta keindahannya. Mereka pun berkesimpulan semua ini pasti sudah ada yang merancangnya. Dia mengagumi pencipta sekaligus perancangnya. Dia berusaha mengenalnya dengan segala keterbatasan akal dan pikirannya. Dia senantiasa gelisah, resah hingga dia mendapatkan jawaban semua yang mengusik pikirannya.

Mereka mengandalkan kejeniusan pikirannya dalam mencari perancang dan pencipta alam ini, namun hanya kenihilan dan ketidakpastian yang mereka dapatkan. Mereka hanya menyimpulkan penciptanya tidak lain adalah yang memiliki kesempurnaan, dan memiliki kekuasaan yang tak terbatas. Tapi siapakah dia? Untuk apakah semua ini diciptakan? Bagaimana dia menciptakan semua ini? Dan kapan dia menciptakan ini semua?

Demi Allah mereka tidak akan mendapatkan jawaban yang memuaskan dari  seluruh pertanyaan yang berkecamuk dalam pikirannya, kecuali jawaban dari wahyu ilahi

Sesungguhnya di dalam seluruh kitab suci yang di bawa oleh para nabi dan para rosul telah menjawab semua pertanyaan yang mengusik para pemikir yang sedang  kebingungan ini.

Bahkan Allah telah mengumumkan kepada seluruh manusia, bahwa Allah yang telah menciptakannya.  Adakah  yang berani mengatakan kepada dunia, bahwa dia sebagai pencipta alam semesta. Pernahkah kita mendengarnya selain dari  Allah?

Inilah dia pernyataan Allah kepada dunia bahwa Dialah yang telah menciptakan semua ini. Di dalam kitab suci yang di bawa oleh Rosul yang terakhir dia mengatakan'” Allah Pencipta segala sesuatu”

Perhatikanlah dialog rosululloh dengan kaumnya. Allah membimbing rosululloh untuk bertanya kepada kaumnya sebagai berikut:

Katakanlah: “Kepunyaan siapakah bumi ini, dan semua yang ada padanya, jika kamu mengetahui?” Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “Maka Apakah kamu tidak ingat?”Katakanlah: “Siapakah yang Empunya langit yang tujuh dan yang Empunya ‘Arsy yang besar?” Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “Maka Apakah kamu tidak bertakwa?”Katakanlah: “Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab)-Nya, jika kamu mengetahui?” Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “(Kalau demikian), Maka dari jalan manakah kamu ditipu?”(Al Mukminun ayat 84-89).

Bahkan, Dia bertanya kepada yang tidak percaya kepadaNya dan mengingkari adanya pencipta dari semua ini. “Apakah mereka diciptakan tanpa pencipta? Atau diri mereka sendiri yang menciptakan mereka?” (Ath Thur ayat 35).

Kedua pertanyaan ini, adalah pertanyaan dengan maksud untuk mengingkari kesombongan dan kecongkakan mereka terhadap Allah yang telah menciptakan semua ini. Kedua pertanyaan ini tentu tidak memerlukan jawaban. Karena keduanya jelas tidak mungkin. Tidak mungkin dia ada tanpa ada yang mengadakan. Dan tidak mungkin mereka mengadakan diri mereka sendiri.

Adanya sesuatu pasti ada yang mengadakan. Adanya kursi pasti ada pembuat kursi. Tidak mungkin kursi ada dengan sendirinya. Atau kursi sendiri yang membuat kursi. Jadi yakini dan imani bahwa pencipta seluruh alam semesta ini adalah Allah.

UNTUK APA SEMUA INI DICIPTAKAN?

Kalau saudara sudah memahami uraian di  atas, pertanyaan berikutnya adalah untuk apa Allah menciptakan semua ini?

Allah Yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui, dengan sifatNya itu mustahil akan melakukan sesuatu tanpa tujuan dan hikmah yang jelas.      Allah telah menegaskan tujuan penciptaan ini, bukan untuk main-main, bukan tanpa tujuan. Tapi dengan tujuan yang jelas.

”Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dengan bermain-main.” (Ad Dukhan: 38)

Semua ini diciptakan untuk manusia, untuk memenuhi semua kebutuhan manusia.

“Dialah yang menciptakan semua yang ada di bumi untuk kalian(manusia)……..” (Al Baqarah ayat 29).

Allahu Akbar…Semua diciptakan untuk manusia… Alam yang indah, dan rapi  serta saling keterkaitan  semua ini merupakan nikmat dan rahmad yang besar untuk manusia. Ini merupakan kasih sayang Allah kepada manusia.

Kemudian manusia diciptakan untuk  siapa?

Kemudian manusia diciptakan untuk apa? Tidak mungkin manusia diciptakan tanpa tujuan. Apalagi semua yang ada diciptakan untuk manusia. Tentu ada tujuan yang lebih besar lagi dari semua ini.

Allah telah menegaskan tujuan penciptaan manusia dalam semua kitab suci yang dibawa para nabi dan rosul.  Manusia diciptakan agar menjadi hamba Penciptanya. Agar manusia menjadi pelayan Penciptanya. Agar dia bekerja hanya untuk Penciptanya yaitu Allah SWT.

“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk menyembah-Ku.”(Adz Dzariat:56) .

Dengan demikian, sekarang kita tahu bahwa kita diciptakan oleh Allah agar menjadi pelayan Allah, mentaati perintahNya dan menjauhi laranganNya. Dengan kalimat yang ringkas, Manusia diciptakan untuk beribadah hanya kepada Allah. Ibadah kepada Allah…inilah perkara terbesar dimana kita hidup untuknya.  Di tulis oleh Yusuf Iskandar diterbitkan di buletin Ad Dakwah edisi 1/I/2010

One Comment leave one →
  1. Tomy Meilando permalink
    15 Maret 2010 07:45

    Luar biasa, terima kasih atas infonya, karena kurangnya pemahaman dan pengetahuan akan apa yang menjadi tujuan utama saya di ciptakan di dunia ini maka saya sering kali hidup dalam kelalaian dalam beribadah kepada Allah, padahal saya di ciptakan untuk beribadah kepada Allah, terima kasih atas pencerahannya, semoga tulisan anda menjadi amalan baik yang terus mengalir sepanjang tulisan ini di baca oleh umat muslim^^ salam kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: